KESUKSESAN NAOMI SUSAN
Gadis
Lulusan University of Portland Oregon USA (Marketing Communications/
PR) ini juga bercerita, bahwa lamarannya sempat ditolak oleh PT. Ovis
Utama (produk Ovis Dining club) sebelum dipanggil kembali untuk
menduduki jabatan sebagai PR. Pemilik hidung bangir ini tahu kenapa ia
dulu ditolak, ”Pak Wibowo Gunawan (pemilik perusahaan/President
Director) mengatakan bahwa saya too qualified untuk jabatan yang dulu
saya lamar,” ungkapnya.
Sebelum bergabung dengan PT. Ovis
International dan sukses seperti sekarang, Naomi sempat mengalami
masa-masa sulit. Ketika masih bekerja di Perusaahaan Advertising Company
sebagai AE (Account Executive), ia berniat mempunyai usaha sendiri.
Naomi sempat terjun di lantai bursa. Namun usaha tersebut gagal, modal
yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit nyaris habis. ”Rasanya perih
sekali waktu itu”, ujar pehobi olah raga ini.
Setelah beberapa
bulan bekerja di PT. Ovis Utama, perusahan tersebut terpilih sebagai
pemegang Master Franchise dari Card Connection International. Naomi
diberi kesempatan menjadi investor oleh pemilik perusahaan. Ia sempat
ragu dan menolak, karena masih trauma dengan kejadian di lantai bursa
beberapa waktu lalu. Tapi sang pemilik perusahaan meyakinkan bahwa ia
pasti bisa dan sanggup menjalankannya.
Baru dua bulan menjalani
bisnis Card Connection, krisis moneter menerpa Indonesia, membuat
perusahaan yang dipimpinnya merugi. ”Saat krisis para klien pasti ingin
berhemat dengan mencari produk dengan fasilitas discount.” Naomi
menambahkan value added sebagai Priviledge and Promotion Services
sehingga pendekatan kepada klien lebih rasional.
Dari
bisnis ini Naomi Susan mencapai kesuksesannya, hingga menjadi pebisnis
tangguh yang diperhitungkan. Perusahan-perusahaan baru dari Ovis Group
lahir dari keahliannya di bidang marketing, berjalan sejajar dengan
bisnis-bisnis pribadinya mulai dari properti sampai restoran. Iapun
berhasil menjadi Entrepreneur sukses.
Saat ini Naomi Susan
tercatat sebagai direktur yang memiliki sekurangnya tujuh perusahaan di
antaranya PT. Natural Semesta yang sedang ia bangun, sebuah perusahaan
yang bergerak dibidang café, playground, salon kecantikan &
refleksi, Foto Studio serta Learning Center.
Di luar
kesuksesannya sebagai wanita karir, gadis periang ini merupakan sosok
humanistis. Ia ternyata tidak terlalu ’ngoyo’ mengejar materi, ”Saya
memang punya prioritas dalam hidup dan itu tidak melulu mencari uang,
ada hal lain yang juga harus saya kerjakan dan jalani,” ungkap Naomi
bijak. ”Succes is balance,” tambah Naomi. Kalimat ini menjadi mimpi
Naomi. ”And I have to make it, saat bisnis tersebut sukses, maka
keseimbangan akan selalu berbanding lurus,” ungkap Naomi berfilosof.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar