Minggu, 20 Oktober 2013

KESUKSESAN NAOMI SUSAN

KESUKSESAN NAOMI SUSAN

Gadis Lulusan University of Portland Oregon USA (Marketing Communications/ PR) ini juga bercerita, bahwa lamarannya sempat ditolak oleh PT. Ovis Utama (produk Ovis Dining club) sebelum dipanggil kembali untuk menduduki jabatan sebagai PR. Pemilik hidung bangir ini tahu kenapa ia dulu ditolak, ”Pak Wibowo Gunawan (pemilik perusahaan/President Director) mengatakan bahwa saya too qualified untuk jabatan yang dulu saya lamar,” ungkapnya.

Sebelum bergabung dengan PT. Ovis International dan sukses seperti sekarang, Naomi sempat mengalami masa-masa sulit. Ketika masih bekerja di Perusaahaan Advertising Company sebagai AE (Account Executive), ia berniat mempunyai usaha sendiri. Naomi sempat terjun di lantai bursa. Namun usaha tersebut gagal, modal yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit nyaris habis. ”Rasanya perih sekali waktu itu”, ujar pehobi olah raga ini.

Setelah beberapa bulan bekerja di PT. Ovis Utama, perusahan tersebut terpilih sebagai pemegang Master Franchise dari Card Connection International. Naomi diberi kesempatan menjadi investor oleh pemilik perusahaan. Ia sempat ragu dan menolak, karena masih trauma dengan kejadian di lantai bursa beberapa waktu lalu. Tapi sang pemilik perusahaan meyakinkan bahwa ia pasti bisa dan sanggup menjalankannya.

Baru dua bulan menjalani bisnis Card Connection, krisis moneter menerpa Indonesia, membuat perusahaan yang dipimpinnya merugi. ”Saat krisis para klien pasti ingin berhemat dengan mencari produk dengan fasilitas discount.” Naomi menambahkan value added sebagai Priviledge and Promotion Services sehingga pendekatan kepada klien lebih rasional.
Dari bisnis ini Naomi Susan mencapai kesuksesannya, hingga menjadi pebisnis tangguh yang diperhitungkan. Perusahan-perusahaan baru dari Ovis Group lahir dari keahliannya di bidang marketing, berjalan sejajar dengan bisnis-bisnis pribadinya mulai dari properti sampai restoran. Iapun berhasil menjadi Entrepreneur sukses.

Saat ini Naomi Susan tercatat sebagai direktur yang memiliki sekurangnya tujuh perusahaan di antaranya PT. Natural Semesta yang sedang ia bangun, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang café, playground, salon kecantikan & refleksi, Foto Studio serta Learning Center.

Di luar kesuksesannya sebagai wanita karir, gadis periang ini merupakan sosok humanistis. Ia ternyata tidak terlalu ’ngoyo’ mengejar materi, ”Saya memang punya prioritas dalam hidup dan itu tidak melulu mencari uang, ada hal lain yang juga harus saya kerjakan dan jalani,” ungkap Naomi bijak. ”Succes is balance,” tambah Naomi. Kalimat ini menjadi mimpi Naomi. ”And I have to make it, saat bisnis tersebut sukses, maka keseimbangan akan selalu berbanding lurus,” ungkap Naomi berfilosof.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar